![]() |
| Kondisi Pintu Sekretariat LPM Alternatif (Sebelum dan Sesudah) |
Tindakan kriminal ini bukan sekadar perusakan atau pencurian, melainkan upaya intimidasi dan pelemahan terhadap kerja-kerja jurnalistik. Hanya dalam kurun waktu satu bulan, LPM Alternatif telah 'dihantam' dua kali, mulai dari kehilangan kamera dan speaker yang hingga kini belum ditemukan (09/03), serta pembobolan paksa pada Minggu (15/03). Kami menduga adanya keterlibatan pihak yang mengetahui alur kerja dan posisi logistik sekretariat, apalagi selama dua tahun terakhir kepengurusan belum pernah menghadapi kasus kriminal seperti ini.
Sebagai UKM berbasis jurnalistik, LPM Alternatif senantiasa menempatkan diri sebagai “Watchdog” di ranah kampus. Namun ironisnya, anjing penjaga kampus yang seharusnya dilindungi, justru digigit oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami menyoroti kegagalan struktural ormawa dan sistem keamanan kampus dalam melindungi ruang pers mahasiswa yang kritis serta rentan terhadap intimidasi.
Atas insiden ini, LPM Alternatif UBB tidak akan tinggal diam. Kami menuntut tindakan tegas dari birokrasi kampus dan menagih peran nyata DPM KM UBB serta BEM KM UBB sebagai lembaga tertinggi Organisasi Mahasiswa. Birokrasi kampus wajib menjelaskan kegagalan standar keamanan di area ormawa pasca-renovasi Oktober 2025 yang terbukti rapuh, serta melakukan investigasi terbuka. DPM KM UBB harus menjalankan fungsi pengawasannya untuk mengevaluasi kelalaian sarana dan prasarana demi menjaga kedaulatan ruang mahasiswa. BEM KM UBB harus hadir secara nyata dalam mengawal advokasi keamanan, baik di dalam maupun di luar meja rapat. Setiap detik pembiaran dari otoritas dan lembaga mahasiswa adalah bentuk persetujuan terhadap intimidasi terhadap pers. Jika respons nyata tidak diberikan, kami siap membawa isu ini ke jaringan advokasi yang lebih luas.
Pembobolan ini adalah upaya murahan untuk menebar rasa takut. Namun bagi LPM Alternatif, setiap bentuk intimidasi justru menjadi bahan bakar untuk menulis lebih tajam. Kami tidak akan mundur selangkah pun, pers mahasiswa adalah anjing penjaga yang tidak akan berhenti menggonggong hanya karena kandangnya dirusak.
Penulis: Alternatif
