Persoalan mendasar MBG saat ini masih berkaitan dengan distribusi makanan, pemerataan pelaksanaan, kualitas gizi, hingga pengawasan anggaran. Di beberapa daerah, infrastruktur pendukung bahkan masih belum memadai. Karena itu, banyak masyarakat mempertanyakan urgensi pengadaan motor listrik di tengah berbagai persoalan yang lebih mendesak.
Pemerintah memang memiliki alasan bahwa motor listrik lebih hemat energi dan mendukung transisi menuju energi ramah lingkungan. Namun dalam kebijakan publik, yang paling penting bukan hanya inovasi, melainkan ketepatan prioritas anggaran. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit, kebijakan yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan utama rakyat mudah dianggap sebagai pemborosan.
Selain itu, minimnya transparansi juga memperbesar polemik. Publik berhak mengetahui jumlah pengadaan, besaran anggaran, serta dampak nyata motor listrik terhadap efektivitas program MBG. Sebab anggaran yang digunakan berasal dari uang negara yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Pada akhirnya, polemik ini bukan sekadar tentang motor listrik. Persoalan ini menunjukkan pentingnya pemerintah memahami prioritas kebutuhan masyarakat agar program sebesar MBG tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu memastikan makanan bergizi benar-benar sampai kepada masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
Penulis: Erlangga Amirro Hakim & Riesti Eksani
Editor: Samuel
