Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Babel Film Festival 2025 Hadirkan Apresiasi Sineas Lokal dan Diskusi Perfilman

Jumat, 19 Desember 2025 | Desember 19, 2025 WIB Last Updated 2025-12-20T04:47:45Z


Foto bersama dalam kegiatan Babel Film Festival 2025 di Ruang Seminar FISIP Universitas Bangka Belitung. Sumber Foto Istimewa


LPM Alternatif, Bangka — Babel Film Festival 2025 digelar sebagai ruang apresiasi sekaligus ruang pembelajaran bagi sineas lokal Bangka Belitung. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (15/12) di Ruang Seminar FISIP, Gedung Babel 1, Universitas Bangka Belitung (UBB), dan diikuti oleh mahasiswa, komunitas film, serta pegiat perfilman daerah.


Babel Film Festival 2025 dibuka secara resmi oleh Koordinator Program Studi Sastra Inggris UBB, Dr. Afifulloh, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa festival film berperan sebagai medium ekspresi kreatif dan refleksi sosial, sekaligus mendukung penguatan ekosistem perfilman lokal.  Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam membuka ruang dialog antara dunia akademik dan praktik kreatif di masyarakat.


Pelaksanaan Babel Film Festival 2025 dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi pagi difokuskan pada diskusi dan apresiasi film pendek. Film Dunia Maya diputar sebagai pembuka, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber dari TVRI Bangka Belitung, yakni Sysca Ayu Hutami selaku produser dan Desi Megawati sebagai sutradara. Pada sesi ini, peserta diajak berdiskusi mengenai proses kreatif produksi film, tantangan perfilman lokal, serta peluang pengembangan karya audiovisual di daerah.


Dalam kesempatan tersebut, Sysca Ayu Hutami menyampaikan harapannya agar Babel Film Festival dapat menjadi ruang temu yang berkelanjutan bagi sineas lokal. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin. Festival ini penting sebagai wadah yang mempertemukan sineas Bangka Belitung, saling berbagi pengalaman, dan saling menguatkan ekosistem perfilman daerah,” ujarnya.


Selain diskusi, sesi pagi juga diisi dengan penyerahan penghargaan lomba film pendek terbarik. Dalam rangkaian Babel Film Festival 2025, panitia juga menyelenggarakan lomba film pendek yang diikuti oleh peserta dari berbagai komunitas, institusi pendidikan, dan rumah produksi lokal. Proses lomba berlangsung selama satu bulan sejak penyebaran flyer yaitu tanggal 1 hingga 30 November 2025. Setelah masa pengumpulan berakhir, film-film yang masuk melalui tahap kurasi dan penilaian selama 10 hari.


Penilaian dilakukan oleh dua juri, yakni Hendra Purnama, praktisi penulisan dan perfilman yang berdomisili di Bandung, serta Rizky Arif Afandi, akademisi Universitas Bangka Belitung. Aspek penilaian meliputi akting, sinematografi, skenario, tata suara, dan penyuntingan. Berdasarkan hasil penilaian, ditetapkan pemenang kategori Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan pilihan dewan juri, yang diumumkan pada 10 Desember 2025.


Film Hamidah dan Aliong karya Rumah Produksi Bangka Cinema dinobatkan sebagai Juara 1. Juara 2 diraih oleh film Bahasa Kite di Serumpun Sebalai karya Rumah Produksi The Winner dari Program Studi Sosiologi UBB, disusul film Kedaong karya EBACOM (East Belitung Ambassador Community) sebagai Juara 3. Adapun Juara Harapan diraih oleh film Jika Aku Menjadi (Hi! Five–SMKN 1 Pangkalpinang), Antu Bubu (Mythic Frame–Belitung), dan Beliving! (SMAN 3 Pangkalpinang).


Perwakilan rumah produksi pemenang hadir untuk menerima penghargaan. Penyerahan hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap karya sineas lokal sekaligus ruang evaluasi terbuka atas kualitas film yang diproduksi di Bangka Belitung.


Sesi pagi ditutup dengan pemutaran film pendek karya Rumah Produksi Becuas Film dari Koba, Bangka Tengah, berjudul Sembunyik Gong (Hide and Seek). Film produksi tahun 2022 ini sebelumnya memperoleh Special Mention pada Life After Oil International Film Festival.


Sementara itu, sesi siang diisi dengan pemutaran film hasil produksi mahasiswa Sastra Inggris semester lima, yakni Wish I Wasn’t Here, Sober, Liminal, dan Parasocial, serta pemutaran film-film pemenang lomba. Beragam genre ditampilkan, mulai dari drama, horor, hingga dokumenter, yang mencerminkan variasi tema dan perspektif sineas lokal.


Babel Film Festival 2025 merupakan hasil kerja sama Program Studi Sastra Inggris UBB dan Citres, dengan dukungan Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Hima Sasing) serta UMKM mahasiswa Omega (Otak-otak Mega). Koordinator Citres, Sandy Pratama, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini berpeluang untuk kembali diselenggarakan pada tahun berikutnya dengan konsep yang lebih luas. “Melihat antusiasme peserta dan sineas lokal, tidak menutup kemungkinan Babel Film Festival akan kembali digelar pada tahun berikutnya dengan konsep yang lebih luas,” ujarnya. 


Reporter: Sastra Inggris UBB

Penulis: Sastra Inggris UBB

Editor: Anggie Tri Syafitri

×
Berita Terbaru Update