| Sumber: Google Foto |
LPM Alternatif, Balunijuk – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa (Pemilwa) Universitas Bangka Belitung periode 2025/2026 kembali diwarnai polemik setelah akun media sosial @koko_ubb diduga melakukan praktik doxing. Akun tersebut menyebarkan tangkapan layar status WhatsApp tanpa izin, dengan narasi yang mencantumkan nama dan afiliasi organisasi mahasiswa terkait.
Hal ini kemudian menuai respons dari mahasiswa yang merasa dirugikan oleh unggahan tersebut. “Pemilwa yang seharusnya menjadi ruang demokrasi untuk saling unjuk visi misi berkualitas dan adu argument substansial, justru jadi narasi propaganda yang hanya mencari sensasi" ujar Suchi.
Mahasiswa lain yang namanya tercantum dalam unggahan tersebut, Ghias, mengaku terkejut ketika mengetahui penyebaran tangkapan layar dan narasi yang mengarah pada framing negatif.
“Postingan dari @koko_ubb itu di screenshot tanpa izin dan disebarkan lagi tanpa pemberitahuan. Sebenarnya itu nggak terlalu masalah bagiku, karena aku juga bukan orang yang berpengaruh. Tapi caption yang dibuat koko ubb seakan mengarahkan pembaca bahwa kami atau orang-orang yang ada di foto merugikan mereka, padahal dinamika yang terjadi saat pemberkasan aja tidak tau dan secara kelembagaan pun sempro tidak terlibat dalam Pemilwa ini,” ujarnya.
Unggahan tersebut dinilai memuat narasi bernuansa propaganda yang dikhawatirkan dapat memperkeruh suasana menjelang Pemilwa tahap kedua, yang seharusnya menjadi momen bagi kandidat untuk menyampaikan program kerja dan visi-misi secara terbuka dan substansial.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa dan tim sukses agar menjaga etika selama proses pemilwa. Praktik doxing dan penyebaran informasi pribadi tanpa persetujuan tidak hanya melanggar norma, tetapi juga berpotensi bertentangan dengan hukum yang berlaku.