Secara medis, terdapat kondisi bernama Sarkopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot seiring penuaan. Kondisi ini akan memburuk jika tubuh jarang digerakkan. Kurangnya aktivitas fisik juga memicu imobilisasi yang memperlemah daya tahan tubuh dan meningkatkan ketergantungan pada orang lain.
Ironisnya, niat "melindungi" dengan menyuruh istirahat total justru mempercepat penurunan fisik. Lansia jadi lebih cepat lelah bukan karena aktivitas yang berat, melainkan karena tubuhnya kehilangan adaptasi untuk bergerak. Sebaliknya, lansia yang aktif terbukti memiliki kualitas hidup yang jauh lebih baik.
World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa aktivitas fisik tetap diperlukan di segala usia. Bergerak aktif membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Kuncinya bukan pada intensitas berat, melainkan konsistensi dalam melakukan aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Di sinilah peran penting keluarga: menjadi pendamping, bukan pembatas. Menjadi tua bukan berarti berhenti bergerak, melainkan belajar bergerak dengan cara yang berbeda. Pada akhirnya, bukan aktivitas yang membuat lansia rapuh, melainkan keheningan dan kurangnya gerak yang melemahkan mereka.
Penulis: Siti Rachma Az-Zahra
Editor: Samuel
