Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Lansia Harus Banyak Istirahat? Belum Tentu

Senin, 06 April 2026 | April 06, 2026 WIB Last Updated 2026-04-06T10:57:58Z


Kekhawatiran keluarga sering kali membuat lansia diminta untuk terus beristirahat demi menjaga kesehatan. Niat baik ini sayangnya berakar pada stigma bahwa lansia adalah kelompok lemah yang harus dibatasi geraknya. Padahal, membatasi aktivitas secara berlebihan justru berdampak sebaliknya pada fungsi tubuh.


Secara medis, terdapat kondisi bernama Sarkopenia, yaitu penurunan massa dan kekuatan otot seiring penuaan. Kondisi ini akan memburuk jika tubuh jarang digerakkan. Kurangnya aktivitas fisik juga memicu imobilisasi yang memperlemah daya tahan tubuh dan meningkatkan ketergantungan pada orang lain.


Ironisnya, niat "melindungi" dengan menyuruh istirahat total justru mempercepat penurunan fisik. Lansia jadi lebih cepat lelah bukan karena aktivitas yang berat, melainkan karena tubuhnya kehilangan adaptasi untuk bergerak. Sebaliknya, lansia yang aktif terbukti memiliki kualitas hidup yang jauh lebih baik.


World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa aktivitas fisik tetap diperlukan di segala usia. Bergerak aktif membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Kuncinya bukan pada intensitas berat, melainkan konsistensi dalam melakukan aktivitas sederhana yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.


Di sinilah peran penting keluarga: menjadi pendamping, bukan pembatas. Menjadi tua bukan berarti berhenti bergerak, melainkan belajar bergerak dengan cara yang berbeda. Pada akhirnya, bukan aktivitas yang membuat lansia rapuh, melainkan keheningan dan kurangnya gerak yang melemahkan mereka.

Penulis: Siti Rachma Az-Zahra
Editor: Samuel

×
Berita Terbaru Update