![]() |
| Foto bersama kegiatan Kaderisasi HIMAIKA 2026 di Gedung D Ruang Akustik, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung, Senin (26/1). Sumber Foto Istimewa |
LPM Alternatif, Balunijuk — Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAIKA) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar kegiatan kaderisasi bagi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Kelautan di Gedung D Ruang Akustik, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK), Senin (26/1) hingga Rabu (28/1).
Kaderisasi IKL 2026 mengusung tema “Dari Kesadaran Menuju Kebermaknaan: Mencetak Nahkoda Muda Kampus dalam Organisasi yang Progresif, Kritis, Adaptif, dan Beretika.” Tema tersebut menekankan pembentukan karakter mahasiswa yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga menjunjung tinggi etika serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi dinamika kehidupan kampus.
Ketua Pelaksana Kaderisasi, Selli Natasya, menyampaikan bahwa kegiatan ini disarankan bersifat wajib bagi mahasiswa baru sebagai upaya pengenalan organisasi di lingkungan kampus. Panitia juga menetapkan ketentuan keikutsertaan sebagai syarat pemberian sertifikat kaderisasi.
“Kaderisasi ini dilaksanakan selama tiga hari. Peserta yang mengikuti kegiatan selama dua hari akan memperoleh sertifikat kaderisasi, sementara peserta yang hanya mengikuti satu hari tidak berhak mendapatkan sertifikat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kaderisasi menghadirkan sejumlah materi keorganisasian guna memastikan kegiatan tidak bersifat seremonial semata. Mahasiswa baru juga diarahkan untuk berproses dan beradaptasi dengan lingkungan kampus melalui diskusi serta keteladanan sikap.
Sementara itu, Ketua HIMAIKA UBB, Fahtur Haryadi, memandang kaderisasi sebagai bagian dari proses pembinaan awal mahasiswa dalam lingkungan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan ini bertujuan menyiapkan regenerasi kepengurusan sekaligus menanamkan nilai-nilai dasar berorganisasi bagi mahasiswa baru.
Kaderisasi HIMAIKA UBB diharapkan mampu mendorong perubahan sikap pada setiap individu, terutama dalam hal etika dan keberanian menyampaikan pendapat, sehingga tercipta ruang aman bagi mahasiswa untuk belajar berdialog secara terbuka.
Reporter: Desma Arifa
Penulis: Hazia Rizki Amanda
Editor: Samuel
