Identitas Film:
Judul Series: Arcane
Tahun Rilis: 2021 (Season 1), 2024 (Season 2)
Sutradara: Pascal Charrue, Arnaud Delord
Genre: Animasi, Aksi, Drama, Fantasy
Jumlah Episode: 9 Episode (Season 1 & 2)
Durasi Per Episode: ± 40 menit
Produksi: Fortiche Production
Distributor: Netflix
Diadaptasi dari: League of Legends (Riot Games)
Pemain Suara: Hailee Steinfeld (Vi), Ella Purnell (Jinx), Kevin Alejandro (Jayce), Katie Leung (Caitlyn), Harry Lloyd (Viktor), Toks Olagundoye (Mel Medarda), Jason Spisak (Silco), Ekko (Reed Shannon)
Sinopsis:
Series Arcane bercerita tentang 2 wilayah yang bermusuhan, yaitu Piltover (kota atas yang kaya dengan teknologi maju) dan Zaun (kota bawah yang penuh dengan polusi akibat perkembangan industri di Piltover).
Cerita berfokus pada dua saudari, Powder dan Vi, yang terpisah karena suatu kejadian di masa lalu. Powder tumbuh bersama Silco (Jinx), seorang pemimpin kelompok di Zaun. Sementara itu, Vi berusaha menemukan adiknya dan memperbaiki keadaan.
Di tengah perselisihan antara Kota Piltover dan Zaun, Piltover mengembangkan teknologi Hextech yang berbasis rune sihir untuk memperkuat kemajuan kota. Namun, penggunaan teknologi ini menimbulkan konsekuensi berbahaya. Season 1 berfokus pada hubungan Vi dan Jinx yang penuh konflik, sementara Season 2 mendalami dampak perselisihan yang semakin meningkat.
Alur Cerita:
Alur cerita arcane pada season 1 disusun dengan baik dalam pengenalan karakter, pra-konflik, dan juga karakter sampingannya. Sementara arcane season 2, konflik antara piltover dan zaun semakin kompleks dan menegangkan. Namun, alur cerita terlalu cepat sehingga beberapa perkembangan karakter tidak terasa signifikan.
Pengembangan Karakter:
Series Arcane merupakan salah satu series yang cukup baik dalam pengembangan karakternya.
- Vi berkembang dari seorang anak jalanan menjadi petarung tangguh yang berusaha menyelamatkan adiknya.
- Jinx/Powder mengalami gangguan psikologis, dari seorang anak yang lugu menjadi sosok kriminal yang tidak stabil psikologisnya.
- Jayce menghadapi dilema politik dan moral sebagai pemimpin Piltover.
- Viktor mengalami pertarungan dengan waktu; antara ambisi dan kondisi kesehatannya yang memburuk.
Voice Over:
- Hailee Steinfeld (Vi) berhasil menyampaikan emosi yang baik, mulai dari kemarahan, hingga kasih sayang.
- Ella Purnell (Jinx) membawakan karakter dengan ekspresi emosional yang kuat.
- Jason Spisak (Silco) memberikan suara yang tenang, namun berwibawa.
- Harry Lloyd (Viktor) berhasil membawakan karakter dengan suara yang tenang, tetapi penuh makna.
Animasi dan Visual:
Serial ini menampilkan perpaduan antara animasi 3D dan seni digital yang dilukis tangan.
- Lingkungan Piltover dan Zaun digambarkan dengan detail yang kaya, menunjukkan kontras antara kota mewah dan kota kumuh.
- Gerakan karakter terasa halus, terutama dalam adegan pertarungan yang dikoreografi dengan sangat baik.
- Penggunaan warna yang mencolok membantu memperkuat emosi karakter dan suasana cerita.
Musik dan Soundtrack:
- "Enemy" oleh Imagine Dragons menjadi lagu pembuka yang menggambarkan tema konflik dengan sangat baik.
- "Goodbye" oleh Ramsey digunakan dalam momen emosional di Season 1.
- "Remember Me" oleh d4vd dan "这样很好" oleh Eason Chan digunakan dengan tepat dalam Season 2.
- "Ma Meilleure Ennemie" oleh Stromae & Pomme menggambarkan hubungan kompleks antara Jinx dan Ekko.
- "Paint the Town Blue" oleh Ashnikko merepresentasikan relasi Jinx dengan Zaun.
- "Scoring" oleh Alexander Temple dan Alex Seaver membangun ketegangan dalam adegan-adegan penting.
Kelebihan:
- Cerita yang emosional dengan pengembangan karakter yang kuat.
- Animasi dan visual yang unik dan mengesankan.
- Akting suara yang berkualitas tinggi dan mendalam.
- Soundtrack yang mendukung atmosfer cerita.
- Adegan aksi yang dinamis dan menarik.
Kekurangan:
- Beberapa tokoh mengalami perubahan desain dibandingkan versi gimnya.
- Alur pada Season 2 terasa lebih cepat dibandingkan Season 1, sehingga beberapa karakter pendukung kurang mendapatkan perkembangan.
- Beberapa adegan memiliki elemen yang tidak sesuai untuk semua kalangan, sehingga hanya direkomendasikan untuk penonton dewasa.
Kesimpulan dan Penilaian:
Arcane merupakan salah satu serial animasi terbaik dari segi visual, narasi, dan emosi. Meskipun Season 2 terasa lebih cepat dengan beberapa adegan tambahan yang kurang diperlukan, serial ini tetap berhasil menghadirkan cerita yang menarik. Dengan animasi inovatif, karakter yang kompleks, serta musik yang memperkuat atmosfer, Arcane tidak hanya menarik perhatian penggemar League of Legends, tetapi juga penonton umum yang menyukai cerita mendalam dan animasi berkualitas tinggi.
Penulis: Samuel
Editor: Nayla Azaria